Dua ibadah saat idul adha haji dan berqurban
Khutbah Jumat
A
Ahmad khotib
5 Mei 2026
4 menit baca
2 views
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَص...
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah…
Saudara-saudaraku seiman, sebangsa, dan setanah air, di hadapan kita terbentang sebuah momentum yang sangat agung, sebuah waktu di mana dua syiar Islam terbesar berkumpul dalam satu bingkai ibadah: Idul Adha dan ibadah Haji. Betapa indahnya! Dua ibadah yang memanggil jiwa kita untuk merenung, berkorban, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Idul Adha, hari raya kurban, adalah panggilan bagi setiap dari kita untuk mencontoh kesabaran dan ketakwaan Nabi Ibrahim alaihissalam. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:
"وَاِذْ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّهِ لَكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ڮ قَالَ اِنِّىْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ڮ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِىْ ڮ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظَّالِمِيْنَ" (QS. Al-Baqarah: 124)
Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu Ibrahim menyempurnakannya. Allah berfirman, 'Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.' Ibrahim berkata, 'Dan (jadikanlah) dari anak cucuku.' Allah berfirman, 'Janji-Ku ini tidak mengenai orang yang zalim.'"
Lihatlah, Duhaibah… Betapa agung ujian yang diterima oleh kekasih Allah, Ibrahim Alaihissalam. Beliau diuji dengan perintah menyembelih putra tercintanya, Ismail. Sebuah ujian yang membangkitkan air mata, mengguncang jiwa, namun dijawab dengan keteguhan iman yang luar biasa. Bukankah ini yang ingin Allah tanamkan dalam hati kita saat Idul Adha menjelang? Sebuah semangat pengorbanan yang membara, kesiapan untuk memberikan apa yang paling kita cintai demi cinta yang lebih hakiki: cinta kepada Allah SWT.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah…
Di sisi lain, ibadah haji adalah puncak kerinduan bagi jutaan umat Islam di seluruh penjuru bumi. Ia adalah panggilan akbar dari Allah, undangan untuk berkumpul di Baitullah, memanjatkan doa, dan merasakan kebersamaan yang tak tertandingi. Bayangkanlah jutaan manusia, dari berbagai bangsa, suku, dan warna kulit, bersatu dalam satu tujuan, mengenakan ihram yang sama, merendahkan diri di hadapan Allah. Sungguh pemandangan yang menggugah jiwa! Allah SWT berfirman:
"وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍۙ" (QS. Al-Hajj: 27)
Artinya: "Dan serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai segala macam unta yang kurus, mereka datang dari segala penjuru yang jauh."
Ini adalah manifestasi nyata dari iman yang hidup, dari kerinduan yang membara untuk memenuhi panggilan ilahi. Haji bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang membersihkan jiwa, menghapus dosa, dan mengembalikan seorang hamba kepada fitrahnya. Sungguh sebuah kesempatan emas yang dirindukan oleh setiap mukmin, sebuah panggilan yang menjadikan hati bergetar penuh harapan dan rindu kepada Sang Khaliq.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah…
Kedua ibadah ini, haji dan kurban, memiliki benang merah yang sama: penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Haji adalah penyerahan total dalam ibadah, sedangkan kurban adalah penyerahan total dalam pengorbanan harta benda. Keduanya adalah bukti nyata dari cinta yang mendalam kepada Allah. Ketika kita melihat seorang muslim sedang melaksanakan haji, terimalah ia dengan doa dan harapan agar ibadahnya mabrur. Dan ketika kita menyaksikan ibadah kurban, mari kita hadirkan semangat yang sama dalam diri kita. Jangan biarkan semangat pengorbanan ini padam. Ada kalanya Allah menguji kita dengan harta, ada kalanya dengan waktu, ada kalanya dengan berbagai hal yang kita cintai.
Ingatlah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
"مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلافِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا" (Sunan At-Tirmidzi)
Artinya: "Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (berkurban). Sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Sesungguhnya darah itu akan sampai kepada Allah di suatu tempat sebelum ia jatuh ke tanah. Maka bahagiakanlah dirimu dengannya."
Betapa besar balasan dari pengorbanan kita! Darah hewan kurban kita, bahkan sebelum jatuh ke tanah, telah sampai kepada Allah, dicatat sebagai amal yang paling dicintai-Nya pada hari itu. Ini bukan sekadar ritual, ini adalah perwujudan cinta yang membakar semangat, kesiapan untuk berkorban demi ridha-Nya. Mari kita renungkan, Duhaibah… Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini adalah waktu yang sangat mulia. Mari kita isi dengan berbagai amal shaleh, termasuk shiyam (puasa) Arafah bagi yang tidak berhaji, memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tentu saja, mempersiapkan diri untuk berqurban.
Bagi yang sudah mampu, janganlah tunda kesempatan emas ini. Tiru keikhlasan Ibrahim! Jangan pikirkan harga, jangan pikirkan kesusahan mencari hewan. Pikirkanlah keridhaan Allah yang Maha Luas. Pikirkanlah pahala yang tak terhingga. Mari kita bangkitkan semangat pengorbanan dalam diri kita, semangat yang membara bagaikan api yang takkan pernah padam. Mari kita tunaikan panggilan Allah dengan penuh rasa syukur dan cinta. Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.